Monday, April 20, 2009

Review Film 10 - The Fast and The Furious


Review Film X - The Fast and The Furious (Paul Walker, Vin Diesel, Jordana Brewster, Michelle Rodriguez, Sung Kang, Gal Gadot, John Ortiz)

Penilaian : 7,5/10

Nonton di Studio XXI Ambarukmo Plaza Studio 4 tanggal 19 April 2009 jam 15.05

Tag Line : New Model. Original Parts.



Sinopsis :

Hubungan antara Dominic Toretto (Vin Diesel - xXx, Pitch Black, Boiler Room) dan Brian O'Conner (Paul Walker - Running Scared, Into the Blue) memang unik. Di satu sisi Dom sangat membenci Brian karena ia adalah polisi yang menyamar menjadi pembalap untuk membekuk komplotan perampok yang dipimpin Dom, tapi di sisi lain, Brian juga sempat menyelamatkan nyawanya beberapa kali.

Setelah mencoba untuk menjauh dari Brian, akhirnya takdir membawa Dom kembali ke Los Angeles di mana ia harus bertemu Brian lagi. Namun kali ini kembali Dom terpaksa harus menjalin kerja sama dengan orang yang dibencinya ini karena mereka berdua menghadapi musuh yang sama. Tak ada pilihan buat Dom dan Brian selain saling mempercayai untuk menyelesaikan misi pribadi mereka masing-masing.

Brian ditugaskan untuk menyusup ke jaringan pengedar narkotika bernama Antonio Braga (John Ortiz - Alien vs Predator 2, Miami Vice). Brian menemukan celah saat Braga mencari seorang pembalap liar untuk dijadikan kurir. Celakanya, Dominic juga mengincar posisi yang sama meski sebenarnya motivasi Dominic adalah murni dendam. Dominic ingin membalas kematian Letty (Michelle Rodriguez - SWAT, Resident Evil) karena ulah Braga. Tak lupa sebagai bumbu percintaan diceritakan kembali CLBK antara Brian dengan adik Dom, Mia Toretto (Jordana Brewster - Annapolis, The Invicible Circus)


Review :

Sebuah film ber-genre racing mampu bertahan hingga sekuel keempat boleh jadi adalah sebuah prestasi. Tapi bisa jadi juga peluncuran bagian keempat ini sebagai penebus dari dua episode sebelumnya yang gagal. Ini terlihat dari susunan pemain yang sama dengan bagian pertama yang melambungkan genre film racing di tahun 2001 lalu.

Diakui atau tidak, 2 Fast 2 Furious dan The Fast and The Furious :Tokyo Drift memang gagal menduduki peringkat yang sama dengan bagian pertama. Dua film ini seolah kehilangan taring bila dibandingkan dengan episode awalnya. Topik yang mulai terasa monoton dan sekuens laga yang tak lagi menarik bisa dijadikan kambing hitam gagalnya film ini di pasaran. Tapi agaknya kenyataan itu tak membuat Universal Studios menyerah dan muncullah bagian keempat dengan original lineup ini.

Tapi kalaupun dianggap bagian keempat ini sebagai koreksi, sepertinya usaha itu juga tak terlalu berhasil. Menu yang disuguhkan juga masih tak jauh dari tiga bagian sebelumnya. Akhirnya, studio cuma bisa berharap bahwa para peminat genre film racing masih cukup banyak dan bersedia mengeluarkan uang untuk menonton film ini.

Alur cerita tak cukup kuat untuk membuat film ini jadi sesuatu yang pantas dikenang sementara akting para pemainnya juga tergolong standar saja. Soal visual memang masih cukup menarik walau sebenarnya tak ada sesuatu yang baru sama sekali. Mungkin yang paling bisa kita nikmati dari film ini cuma kolaborasi Vin Diesel dan Paul Walker, yang cukup bermain kompak meskipun keduanya sering terlibat perselisihan.

Di samping itu juga akhir film pun cukup memberikan kesan bahwa ada kemungkinan akan ada kelanjutan serial Fast and Furious ini, ditambah juga di awal cerita diceritakan Dom mempunyai teman bernama Han (Sung Kang - Rogue Assasin, Live Free or Die Hard). Karakter Han inipun sempat muncul di The Fast and The Furious :Tokyo Drift. Dari sini lah masi ada kemungkinan untuk melanjutkan serial ini.

Intinya film ini cukup menghibur, dengan inti cerita tetap balap-balapan, cuma dengan melebihkan bumbu drama di dalamnya. Ditambah juga dengan Soundtrack-nya yang cukup memacu adrenalin, ya mungkin bolehlah kalau ada sedikit di bawah Fast and Furious yang pertama
Akhirnya, menurut penilaian gue film ini cukup bagus, direkomendasikan untuk menontonnya !!
Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Review Film 9 - The Nanny Diaries

u
Review Film IX - The Nanny Diaries (Scarlett Johansson, Laura Linney, Alicia Keys, Chris Evans, Paul Giamatti)

Penilaian : 7/10

Nonton di Cempaka Asri XXI - Solo, tanggalnya lupa

Tag Line : A comedy about life at the top, as seen from the bottom



Sinopsis :

Annie Braddock (Scarlett Johansson - The Prestige, Lost in Translation) adalah mahasiswa jurusan bisnis dan antropologi. Keluarga Annie yang berasal dari kalangan bawah mengharapkan Annie bisa mendapat pekerjaan yang layak. Ibu Annie yang seorang perawat mendorong Annie untuk bekerja di bidang bisnis sementara Annie sendiri lebih menyukai antropologi yang mempelajari kehidupan dan budaya manusia.

Setelah menyelesaikan kuliah, Annie mendapat panggilan untuk wawancara pada sebuah perusahaan besar bernama Goldman Sacks. Saat Annie sedang diwawancarai, ia diminta untuk menceritakan siapa dirinya. Ketika baru memulai ceritanya, Annie sadar bahwa ia tak pernah menginginkan pekerjaan itu. Annie pun lalu meninggalkan wawancara itu.

Saat berada di Central Park, secara kebetulan Annie menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir tertabrak motor. Annie kemudian berkenalan dengan ibu si anak kecil tadi yang memperkenalkan dirinya dengan sebutan Mrs. X (Laura Linney - Love Actually, Mystic River). Saat memperkenalkan diri, Mrs. X salah mendengar nama Annie dan dikiranya Nannie atau sebutan untuk pengasuh anak. Karena kesalahpahaman itu, Annie akhirnya malah ditawari bekerja sebagai pengasuh anak. Para ibu-ibu yang berada di sekitar Annie yang kebetulan mendengar percakapan mereka lalu mulai menawarkan pekerjaan yang sama kepada Annie.

Ternyata anak yang ditolong Annie tadi berasal dari keluarga kaya yang tinggal di di daerah mewah Upper East Side. Walaupun tidak punya pengalaman sebagai pengasuh anak, Annie menerima pekerjaan yang ditawarkan Mrs. X itu karena rasa ingin tahunya. Namun pada saat yang sama Annie juga harus merahasiakan pekerjaannya dari ibunya yang jelas tidak akan setuju. Sementara Lynette (Alicia Keys - Smokin Aces, singer of OST Quantum of Solace) sahabat Annie yang membantu kepindahan Annie tidak setuju dengan keputusan Annie merahasiakan pekerjaannya.

Tugas pertama yang diterima Annie adalah menjemput Anak Mrs. X yang ternyata bernama Grayer (Nicholas Reese Art - Syriana). Tugas sederhana itu ternyata menjadi rumit karena Mrs. X meminta Annie datang ke sekolah Grayer 30 menit lebih awal. Dan Grayer yang semula terlihat sebagai anak manis ternyata adalah anak yang sangat nakal dan merepotkan Annie. Namun dengan kesabaran tinggi Annie akhirnya dapat menaklukkan Grayer. Keduanya akhirnya menjadi dua sahabat baik.

Ternyata, setelah urusan menaklukkan Grayer selesai, masalah lain muncul. Ibu Annie ingin datang mengunjungi Annie yang dikiranya bekerja pada perusahaan Goldman Sacks. Masalah ini masih ditambah lagi ibu Grayer yang memasang kamera untuk mengawasi pekerjaan Annie yang dianggapnya tidak beres.

Ternyata setelah Annie masuk ke dalam kehidupan orang-orang kalangan atas yang penuh aturan, ia mendapati bahwa sisi yang tidak pernah ia bayangkan itu tidaklah seindah yang tampak. Annie mau tak mau harus menghadapi rumitnya hubungan keluarga majikannya. Belum lagi munculnya seorang pemuda tampan yang akhirnya malah menambah rumit masalah yang sudah ada.

Drama komedi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Emma McLaughlin dan Nicola Kraus ini di sutradarai oleh Shari Springer Berman dan Robert Pulcini yang sebelumnya lebih banyak menggarap film-film dokumenter. Film yang dirilis oleh MGM dan Paramount Pictures Agustus lalu ini berhasil meraup US$35 juta lebih dengan dana US$ 20 juta yang dikeluarkan selama produksi.

Review :
Scarlett Johansson berakting cukup baik dalam film ini walau tidak sebaik aktingnya di Lost in Translation, namun bermain bersama dengan aktor ganteng yaitu Chris Evans (Dwilogi Fantastic Four, Cellular) . Demikian pula dengan Laura Linney yang bermain cukup mantap sebagai ibu rumah tangga metropolis yang cukup kejam dan tidak perduli dengan keluarga, ditambah kehidupannya dengan suaminya yang kacau balau, diperankan oleh Paul Giamatti (Shoot Em Up, The Lady in the Water).
Kesimpulannya film ini cukup menghibur, dengan ide cerita yang ringan namun cukup lah untuk peneman kita sebelum tidur, jadi tidak cukup ngejelimet.
Akhirnya, menurut penilaian gue film ini cukup !!! direkomendasikan untuk menontonnya !!
Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!