Wednesday, December 24, 2008

Review Film 7 - Eagle Eye




Review Film VII - Eagle Eye (Shia LaBeouf, Michelle Monaghan, Billy Bob Thornton,Rosario Dawson,Michael Chiklis, Ethan Embry)



Penilaian : 7,5/10



Tag Line : If you want to live you will obey



Sinopsis :



telah lama pergi dari rumah, Jerry Shaw (Shia LaBeouf - Constantine, Transformer, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull) akhirnya pulang juga setelah mendengar kabar bahwa saudara kembarnya meninggal dunia. Sesampainya di rumah, Jerry menyadari bahwa ada yang tidak wajar dengan kematian saudara kembarnya itu.

Jerry yang mencoba mencari tahu sebab kematian misterius ini kemudian bertemu dengan Rachel Holloman (Michelle Monaghan - Constantine, Mission Impossible 3, Made of Honor ) yang waktu itu sedang mencari anaknya yang hilang. Dalam penyelidikan itu, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka sedang dijebak.
Ada pihak yang berusaha menjebak mereka untuk menjadi bagian dari kelompok yang sedang merencanakan pembunuhan terhadap seorang tokoh politik.






Review :



Salah satu unsur yang membuat sebuah film menjadi bagus adalah adanya sebuah keterikatan dengan logika, baik logika umum maupun logika yang dibangun dalam film itu sendiri. Dengan ada unsur itu, setidaknya film itu bisa diterima akal dan tidak membuat penonton menjadi merasa dianggap bodoh oleh sang sutradara.Celakanya, itulah yang tak dimiliki film ini. Banyak adegan dan alur cerita yang membuat penonton jadi merasa dianggap bodoh. Unsur 'kebetulan' memang masih bisa diterima, namun bila itu sudah terlalu sering, maka yang terasa adalah ketidaksesuaian dengan logika.



Hal yang sama sering kali kita dapatkan pada film-film serial televisi jaman dulu.Dalam film ini kedua tokoh pemeran utamanya, sama sekali tak memiliki latar belakang militer atau sejenisnya yang membuat mereka mampu melakukan apa yang mereka lakukan dalam adegan tersebut. Ini membuat jalan cerita jadi terasa janggal. Keduanya adalah orang awam, namun di sisi lain, mereka mampu melewati semua rintangan yang mereka hadapi dengan mudah layaknya seorang profesional. Di satu sisi ini membuat sang sutradara lebih 'bebas' mengumbar aksi laga, namun di sisi lain ini membuat 'ketegangan' jadi berkurang lantaran ada jaminan bahwa sang tokoh pasti dapat 'lolos' dari ujian.Bisa disimpulkan bahwa menu utama film ini adalah aksi laga, mobil meledak, acara saling tembak, berusaha meloloskan diri dari kejaran musuh dan lain sebagainya. Namun untuk dibandingkan dengan film laga sejenis, film ini juga tak bisa disebut istimewa. Ini cukup disayangkan karena Shia LaBeouf dan Michelle Monaghan sebenarnya punya potensi akting yang bagus dan itu semua tak bisa mereka tampilkan di sini. Kita bahkan hampir tak diberi kesempatan untuk menilai kemampuan akting mereka, karena banyaknya aksi laga. Bagi yang sempat terpesona dengan akting Shia LaBeouf dan Michelle Monaghan dalam film-film sebelumnya, Anda tak akan mendapatkan kepuasan yang sama dengan menonton film ini.Satu yang bisa menjadi nilai lebih film ini mungkin adalah 'pesan' yang ingin disampaikan. Pesan bagaimana teknologi canggih bisa mengambil alih 'kehidupan' manusia. Tak ada lagi tempat untuk bersembunyi dari 'mata' pemerintah. Pesan yang sama mungkin sempat disampaikan film The Net yang dibintangi Sandra Bullock. Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangannya, film ini cukup bisa dijadikan alternatif hiburan yang tak terlalu membebani pikiran.






Akhirnya, menurut penilaian gue film ini biasa aja, cukup aja lah






Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Review Film 6 - Twilight


Review Film VI - Twilight (Kristen Stewart, Robert Pattinson, Ashley Greene, Peter Facinelli, Elizabeth Reaser, Jackson Rathbone, Kellan Lutz, Taylor Lautner, Billy Burke, Cam Gigandet, Rachelle Lefevre, Nikki Reed)


Penilaian : 7/10


Nonton di Cinere Studio 2 hari Minggu tanggal 21 Desember 2008


Tag Line : When you can live forever what do you live for?

Sinopsis :
Bella Swan (Kristen Stewart - Panic Room, Zathura:A Space Adventure, Jumper) memang gadis yang 'berbeda'. Ia tak pernah merasa cocok dengan teman-temannya di Phoenix High School. Saat ibunya menikah lagi dan Bella memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Forks, ia tak berharap akan ada perubahan banyak.
Tapi pertemuannya dengan Edward Cullen (Robert Pattinson - Harry Potter and the Goblets of Fire, Harry Potter and the Order of the Phoenix, Little Ashes) yang misterius membuat hidup Bella berubah. Edward tak sama dengan pria-pria lain yang pernah ditemui Bella. Pesona Edward membuat Bella akhirnya jatuh cinta pada pria misterius ini.

Edward memang beda. Ia pandai dan lucu. Ia dapat berlari lebih cepat dari singa gunung. Ia dapat menghentikan mobil berjalan hanya dengan tangan kosong. Dan ia tak pernah bertambah tua sejak 1918. Ia adalah vampir.Tapi Edward dan keluarganya juga berbeda dari vampir lain yang memangsa manusia.
Buat Edward, Bella adalah wanita yang telah ia tunggu-tunggu selama 90 tahun. Namun hubungan asmara ini harus menghadapi masalah saat James (Cam Gigandet - The OC Series, Mistaken), Laurent (Edi Gathegi - Death Sentence, Crank), dan Victoria (Rachel Lefevre - Swingtown Series) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir-vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.

Review :
Satu lagi film bertema vampir yang dilepas Hollywood. Sutradara Catherine Hardwicke mengambil naskah film ini dari sebuah novel laris karya Stephenie Meyer dengan judul yang sama. Sebenarnya, Twilight ini adalah sebuah film drama romantis yang dilepas untuk konsumsi remaja. Kisah tentang vampir sebenarnya hanyalah bumbu penyedap untuk membuat film ini berkesan beda dari kebanyakan film drama percintaan remaja.Dan seperti kebanyakan film drama remaja, film ini juga mengusung tema yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang bahwa tak banyak yang diceritakan film ini selain hubungan asmara antara Bella dan Edward. Kisah tentang vampir di sini sebenarnya tak terlalu punya kaitan yang cukup kuat dengan kisah utama ini. Cerita tentang vampir ini hanya dibuat untuk membuat kisah ini jadi lebih panjang karena konflik antara Bella dan Edward pun sebenarnya tak terlalu banyak.
Untuk disebut sebuah kisah asmara yang romantis pun agaknya kurang tepat karena jalinan emosi antara Bella dan Edward juga terasa sangat tipis. Banyak dialog yang terasa janggal dan tak alami sehingga sangat mengganggu kredibilitas jalan cerita secara keseluruhan.Usaha untuk mendefinisikan ulang vampir pun membuat film ini jadi terasa aneh. Misalnya saja dalam film ini digambarkan kaum vampir ini tak lagi bisa dibunuh dengan cara menikam jantungnya atau membakarnya dengan sinar matahari. Mereka juga tak lagi takut dengan benda-benda suci seperti kayu salib atau air suci. Pendefinisian ulang ini jadi membuat film ini makin sulit dipercaya.

Secara keseluruhan, sebenarnya yang cukup membantu memberi nilai lebih pada film ini hanyalah akting Kristen Stewart yang memerankan Bella. Meski tak akan meraih piala Oscar, namun Kristen cukup mampu menghidupkan karakter Bella sebagai gadis kota besar yang baru saja pindah ke daerah pinggiran.Terlepas dari bagus atau tidak, nyatanya film ini berhasil masuk jajaran film-film box office dan meraup tak kurang dari US$ 129 juta dari biaya produksi yang diperkirakan hanya sekitar US$ 37 juta saja.


Akhirnya, menurut penilaian gue film ini biasa aja, cuma sekedar film drama percintaan remaja dengan bumbu-bumbu sedikit eksyen.....ya cuma lumayan, karena pengambilan gambarnya yang memang bagus, tapi ngga direkomendasikan untuk ditonton 2 kali


Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.

See You Next Movies Review !!

Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Friday, November 14, 2008

Review Film 5 - Quantum of Solace



Review Film V - Quantum of Solace (Daniel Craig, Olga Kurylenko, Judi Dench, Mathieu Amalric)


Penilaian : 7,5/10


Nonton di Solo XXI Studio 1 hari Kamis tanggal 13 November 2008


Tag Line :





Sinopsis :
Dari Mr. White (Jesper Christensen - Casino Royale, The Interpreter), James Bond (Daniel Craig - The Golden Compass, The Invasion) dan M (Judi Dench - Pride & Prejudice, The Chronicles of Riddick) berhasil mengetahui organisasi yang menjadi dalang dari pengkhianatan Vesper Lynd. Penyelidikan kemudian mengarahkan Bond ke Haiti di mana ia kemudian bertemu Camille (Olga Kurylenko - Hitman, Max Payne).

Camille sendiri punya dendam pribadi pada Dominic Greene (Mathieu Amalric - Munich) yang menjalankan organisasi rahasia yang dicari Bond. Namun menangkap Dominic tidaklah semudah membalikkan tangan. Bond harus melacak pria ini sampai ke Austria, Italia dan Amerika Selatan untuk mencari gembong penjahat ini.



Di saat yang sama Dominic Greene ternyata punya rencana jahat untuk menguasai sebuah sumber daya alam untuk kepentingan pribadinya. Sementara Bond harus menghadapi perang batin antara dendam pribadi dan tugas negara yang diembannya.

Review :


Film kelanjutan dari serial James Bond terakhir Casino Royale ini adalah film kedua Daniel Craig sebagai James Bond. Film ini juga tercatat sebagai film pertama dalam franchise James Bond yang memiliki keterkaitan cerita secara langsung dengan film sebelumnya. Malahan, film ini lebih tepat disebut kelanjutan dari Casino Royale.


Seperti halnya, Casino Royale, film ini masih mengusung karakter yang sama. Meski agak menyimpang dari penggambaran tokoh James Bond sebelumnya yang kesannya lebih terawat dan tidak brutal, peran Daniel Craig sebagai James Bond cukup meyakinkan dan terasa lebih manusiawi ketimbang aktor-aktor sebelumnya.


Dalam film ini, Bond digambarkan mulai sedikit kehilangan profesionalismenya dan mulai terobsesi untuk memburu tokoh yang berada di balik kematian Vesper Lynd, kekasih Bond.


Film ini juga punya kecenderungan untuk menjadi film laga 'biasa' layaknya film-film Trilogy Bourne (Bourne Identity, Bourne Ultimatum, Bourne Supremacy). Film ini lebih banyak mengumbar aksi laga ketimbang menampilkan karakter Bond yang punya sense of humor. Ini beresiko menjadikan franchise James Bond tak lebih dari sekedar film laga.Kebanyakan fans lama James Bond akan kecewa dengan dengan penokohan baru ini namun di saat yang sama, karakter yang dibawakan Daniel Craig ini akan mampu memikat para penggemar baru yang notabene masih muda. Karakter yang dibawakan Daniel Craig ini memang tak seelegan aktor-aktor sebelumnya, namun ia lebih pas untuk era saat ini.Terlepas dari itu semua, film James Bond memang selalu punya daya tarik tersendiri. Teknologi canggih, aksi kebut-kebutan, ledakan, dan tokoh antagonis yang punya ambisi luar biasa besar memang sudah jadi standar film James Bond, dan Quantum of Solace ini juga bukan pengecualian. Jadi bila Anda tak terlalu membebani diri dengan film-film Bond sebelumnya, film ini masih enak untuk ditonton.


Yang sangat disayangkan kenapa tokoh cewek Bond yang selalu dinanti-nantikan hanya seorang Olga Kurylenko?.....jelas ini hanya sebanding dengan Michelle Yeoh (Tomorrow Never Dies), tapi jelas kalah dengan cewek-cewek Bond semisal Famkke Jansen (Golden Eye) atau misalnya Eva Green (Casino Royale)....sangat disayangkan.....tapi kalo melihat karakter Olga yang jago bertarung , ya mungkin produser ada pertimbangan lain...


Trus Daniel Craig ternyata sangat akur bermain film dengan Jeffrey Wright (dalam film ini dia bermain sebagai agen CIA Felix Leiter), udah 3 kali Craig dan Wright main film bareng dan dalam waktu yang cukup berdekatan.....Casino Royale, The Invasion dan terakhir Quantum of Solace.....dan untuk Daniel Craig, dia cukup baik lah bermain jadi agen 007 James Bond, dia cukup memiliki karisma, walau ngga sama dengan pemeran-pemeran Bond terdahulu (pemeran Bond yang paling 'ngga banget' itu adalah Timothy Dalton)

Terakhir, Last but Not Least....pastinya kalo nonton film 007 James Bond, pastinya nunggu-nunggu sapa penyanyi yang bakalan nyanyiin soundtracknya.....dan untuk film ini yang kesempatan ngisi lagunya adalah penyanyi yang baru-baru ini konser di Jakarta, Indonesia....Alicia Keys !!.....Judulnya main theme-nya adalah "Another Way to Die"dengan komposernya Jack White dan dinyanyiin ama Alicia Keys & Jack White.

Akhirnya, menurut penilaian gue film ini lumayan untuk kategori film Bond , walau masi lah kalah dengan film terdahulu Bond, Casino Royale....tapi pastinya sayang untuk dilewatkan, agen 007 gitu lohhh



Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!




Thursday, October 16, 2008

10 Film Adaptasi Terbaik


10 Film Adaptasi Terbaik

Buku atau novel merupakan sumber cerita yang bernas untuk diangkat ke layar lebar. Di Indonesia, ide untuk mengangkat novel dari berbagai genre sebagai bahan cerita sudah sejak lama dilakoni para produser. Beberapa di antaranya bahkan mampu meraih sukses yang fenomenal dengan menjaring banyak penonton. Jikalau di abad lalu skalanya masih ratusan ribu, di abad ini ukurannya sudah berjuta-juta.

Namun indikator sukses bukan hanya dari sisi jumlah penonton. Salah satunya adalah apakah image film tersebut menancap di dalam benak? Sebut saja sosok Gie misalnya, tokoh antihero yang dihidupkan oleh sineas Riri Riza ini dikenal dengan semangat anti korupsi yang selalu diteriakkannya. Hingga ajalnya menjemput, perilaku korupsi memang tak pernah habis namun semangat untuk memberantasnya masih tetap tinggal di dalam dada. Tengok juga Jaka Sembung. Pendekar asal Indramayu ini bernasib ironis. Namanya masih disebut-sebut, sekalipun oleh mereka yang belum pernah membaca novel grafisnya atau menonton filmnya, namun untuk sekadar berkelakar semata.

Tetapi efek yang paling dahsyat ternyata dialami oleh Rano Karno. Ketika kecil bermain dalam film besutan sutradara Sjuman Djaya sebagai si Doel. Ketika dewasa, Rano kembali mengangkatnya ke layar kaca dan meraih sukses hingga diputar hingga berseri-seri. Tak dinyana, nama Rano kemudian bermetamorfosis sebagai si Doel, bukan lagi Galih idola remaja akhir 1970-an. Berkat modal popularitas inilah Rano percaya diri untuk bertarung di ranah politik. Adakah publik ingat akan Aman Datuk Madjoindo, sastrawan pencipta karakter si Doel?

Kali ini Cinema 21 menurunkan laporan film-film adaptasi dari karya fiksi maupun non fiksi.

1. Ayat-ayat Cinta (Hanung Bramantyo) 2008

Novel Ayat-ayat Cinta (Habiburrachman El Shierazy)

Lepas dari segala kontroversi yang menyertainya, film ini sukses secara komersial. Entah kapan rekor film yang mencetak nyaris 4 juta penonton ini bisa terlewati lagi. Sukses lain yang menyertainya adalah hadirnya ceruk pasar yang sama sekali baru, pasar yang selama ini tak pernah disentuh oleh produser. Novel karya kang Abiek ini an-sich memang sebuah modal yang ampuh untuk diadaptasi ke layar lebar lantaran laris manis bak kacang goreng. Dan produser MD Pictures yang beruntung meminang karyanya untuk dibuatkan sebagai produk layar lebar. Dan hasilnya? Bisa dibayangkan sendiri terhadap sang empu: Hanung Bramantyo.

2. Gie (Riri Riza) 2005

Buku Catatan Harian Seorang Demonstran (Soe Hok Gie)

Sebuah adaptasi lepas lantaran Riri Riza masih harus riset di sana-sini untuk membuat skenario idealnya. Film ini sempat tercatat sebagai film termahal yang pernah dibuat di tanah air. Maklumlah, rumah produksi Miles Films memang tak mau tanggung-tanggung mencarikan ongkos produksi di atas Rp 7 milyar, konon membengkak hingga dua kali lipat, untuk mewujudkan film biopik ini. Menjadi menarik lantaran mengusung gagasan besar di dalamnya. Isu korupsi yang dituturkannya tetap marak hingga kini. Uniknya, aktor Nicholas Saputra konon tak mirip dengan Gie, namun aktingnya dianggap cukup untuk memperoleh Piala Citra lewat kategori aktor utama.

3. Eiffel...I’m in Love (Nasry Cheppy) 2003

Novel Eiffel...I’m in Love (Rachmania Arunita)

Era tahun 2000-an novel renyah teen-lit dan chick-lit melanda dunia sastra. Tak pelak ini ide yang bernas untuk produksi film. Pun yang terjadi di sini. Novel iseng-iseng karya Rachmania Arunita diangkat ke layar lebar dan sukses besar hingga dibikin versi revisi atau extended. Sukses ini mengilhami produser lainnya untuk mengadaptasi novel sejenis diangkat ke layar lebar. Namun tak ada yang mampu menyamai sukses yang diraih duet Samuel Rizal-Shandy Aulia. Tak hanya sampai di sana, rumah produksi film ini kemudian juga membuat film-film lain dengan resep yang nyaris sejenis: sepasang remaja dilanda cinta dan berlanjut dengan jalan-jalan ke luar negeri.

4. Arini (Masih Ada Kereta yang Akan Lewat) (Sophan Sophiaan)1987

Novel Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (Mira W)

Sebuah melodrama yang sukses di ajang festival, terbukti sebuah Piala Citra berhasil disabet Pemeran Utama Wanita Widyawati serta beberapa unggulan untuk kategori lainnya. Kemudian sukses pula di pasar, terlaris IV di Jakarta hingga memperoleh Piala Antemas, FFI 1988. Kendati sumber ceritanya berasal dari karya penulis perempuan yang kental berbicara soal cinta, sutradara Sophan Sophiaan dengan jeli mampu menangkap film sebagai medium suara hatinya. Namun kali ini dengan cara lebih halus.

5. Lupus (Tangkaplah Daku Kau Kujitak) (Achiel Nasrun) 1987

Novel Lupus (Hilman Hariwijaya)

Awalnya adalah kisah bersambung di majalah Hai. Sebuah representasi sosok remaja era 80-an dengan gaya ngocol dan style rambut a la John Taylor, personil Duran Duran. Konon, Lupus sendiri merupakan personifikasi dari sang penulis, Hilman Hariwijaya. Lantaran sukses, sekuelnya segera menyusul. Pun dengan epigonnya yang coba-coba muncul. Almarhum Ryan Hidayat, sang pemeran Lupus tak pelak segera menjadi idola baru di zamannya.

6. Jaka Sembung Sang Penakluk (Sisworo Gautama Putra) 1981

Novel grafis Jaka Sembung

Banyak novel grafis lokal yang diadaptasi ke layar lebar. Namun nama Jaka Sembung yang paling melekat kuat bahkan hingga generasi masa kini. Buktinya, idiom Jaka Sembung Bawa Golok selalu disebut-sebut, padahal belum tentu mereka pernah membaca ceritanya ataupun menonton filmnya. Sebagai sebuah film, sosok Jaka Sembung patut digolongkan sebagai film cult, lantaran sungguh kaya dengan tipuan kamera. Setidaknya, ini merupakan salah satu film yang mengharumkan nama bangsa berkat teknologi yang diusungnya: kepala yang sudah putus bisa bersatu kembali dengan tubuh. Ini yang dinamakan ajian Rawerontek.

7. Gita Cinta dari SMA (Arizal) 1979

Novel Gita Cinta dari SMA (Eddy D Iskandar)

Galih dan Ratna adalah sepasang nama yang abadi di benak remaja era 1970-an akhir. Ya, tokoh usia belasan ini adalah inspirasi cinta yang melegenda macam tembang yang pernah dilantunkan oleh almarhum Chrisye. Setelah meraih sukses di pasaran, segera dilanjutkan dengan sekuel Puspa Indah Taman Hati. Tokoh Galih adalah sosok remaja selengean rekaan Eddy D Iskandar yang lekat benar dengan sosok Rano Karno. Sejatinya masih banyak lagi karyanya yang juga diadaptasi ke layar lebar. Namun tidak pernah ada yang sesukses ini.

8. Badai Pasti Berlalu (Teguh Karya) 1977

Novel Badai Pasti Berlalu (Marga T)

Sebuah kisah drama romantis yang laris manis. Lebih tepat lagi jika disebutkan sebagai balada yang tragis. Idiom yang dipakai judul film ini sungguh beken, saking ngetopnya sering dikutip sebagai bagian dari pidato pejabat pemerintah. Bukan hanya filmnya, album soundtracknya pun tetap abadi hingga saat ini. Bahkan ketika film ini diremake 20 tahun kemudian oleh sutradara Teddy Soeriaatmadja, album soundtracknya turut pula didaur ulang oleh komposer Andi Rianto dengan langgam yang beraneka. Sedangkan nama Marga T menjadi bagian dari gelombang penulis wanita yang karyanya kerap dipakai sebagai amunisi untuk diadaptasi ke layar lebar. Yang lainnya ada Titie Said, Ike Supomo atau Mira W.

9. Cintaku di Kampus Biru (Ami Prijono) 1976

Novel: Cintaku di Kampus Biru (Ashadi Siregar)

Film drama percintaan dengan latar belakang kampus ini merupakan salah satu fim yang melambungkan nama Roy Martin, bintang muda film nan ganteng kala itu. Selain Roy, film ini juga dibintang oleh Rae Sita dan Yati Octavia.Film yang tidak terjebak pada streotipe film-film percintaan anak muda seperti pada sinetron-sinetron dewasa ini termasuk laris manis saat itu, terlaris ketiga pada 1976 dengan jumlah penonton 168.456 orang. Konon, menurut antropolog Karl G. Heider, Kampus Biru merupakan film Indonesia pertama dengan adegan ciuman di bibir secara penuh.

10. Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya) 1973

Novel Si Doel Anak Betawi (Aman Datoek Madjoindo)

Si Doel adalah sebuah merek dagang yang sungguh menancap di dalam benak, bahkan bertahun-tahun setelah dirilis. Sang pemeran, Rano Karno kemudian melanjutkannya dengan membuat versi televisi. Inipun masih mampu meraup sukses besar di pasaran hingga dilanjutkan dengan sekuel demi sekuel. Sukses aktor Rano Karno yang identik dengan sosok si Doel masih belum berhenti sampai di sana. Popularitas itu yang mengantarkannya pula untuk wara-wiri di singgasana politik. Bung Sjuman sebagai sutradara rupanya lebih berhasil menghidupkan karakter si Doel ketimbang sang penulis novel. (bat/dans)

(DIAMBIL DARI WEBSITE 21 CINEPLEX)



Wednesday, October 15, 2008

Prediksi Pertandingan Kualifikasi Pra Piala Dunia 2010

Sekedar mau sharing aja buat pertandingan nanti malem

Rabu, 15 Oktober 2008 dan Kamis, 16 Oktober 2008

Oct 15 11:30
Australia v Qatar

0:1 1/2 Australia 2 - 1



Oct 15 12:30
Japan v Uzbekistan

0:1 1/2 Jepang 2 - 0



Oct 15 13:00
Korea Republ v UAE

0:1 1/2 Korea 3 - 1



Oct 15 14:30
Iran v Korea DPR

0:1 Iran 2 - 0



Oct 15 17:00
Russia v Finland

0:1 1/4 Russia 2 - 0



Oct 15 17:30
Czech Republ v Slovenia

0:1 1/4 Ceko 2 - 0



Oct 15 18:00
Latvia v Israel

1/4:0 Latvia 1 - 1



Oct 15 18:00
Lithuania v Faroe Island

0:1 3/4 Lithuania 2 - 0



Oct 15 18:30
Georgia v Bulgaria

1/2:0 Bulgaria 2 - 1



Oct 15 19:00
Norway v Holland

1/2:0 Belanda 2 - 1



Oct 15 19:30
Malta v Hungary

1 1/2:0 Hungaria 2 - 0



Oct 15 20:00
Iceland v FYROM

0:1/4 Islandia 1 - 0



Oct 15 20:15
Bosnia v Armenia

0:1 1/4 Bosnia 3 - 1



Oct 15 20:15
Luxembourg v Moldova

1/2:0 Moldova 1 - 0



Oct 15 20:30
Austria v Serbia

0:0 Serbia 1 - 0



Oct 15 20:30
Belarus v England

1 1/4:0 Inggris 3 - 0



Oct 15 20:30
Estonia v Turkey

1:0 Turki 2 - 0



Oct 15 20:30
Greece v Switzerland

0:3/4 Yunani 2 - 1



Oct 15 20:30
Slovakia v Poland

0:0 Polandia 2 - 1



Oct 15 20:45
Belgium v Spain

3/4:0 Spanyol 1 - 0



Oct 15 20:45
Germany v Wales

0:1 3/4 Jerman 2 - 0



Oct 15 20:45
Ireland v Cyprus

0:1 1/4 Irlandia 2 - 0



Oct 15 20:50
Italy v Montenegro

0:1 3/4 Italia 3 - 0



Oct 15 21:45
Portugal v Albania

0:2 1/4 Portugal 4 - 0



Oct 15 23:10
Paraguay v Peru

0:1 1/2 Paraguay 1 - 0



Oct 16 01:15
Chile v Argentina

3/4:0 Argentina 2 - 1



Oct 16 02:45
Brazil v Colombia

0:1 1/2 Brazil 3 - 0



Oct 16 03:00
Venezuela v Ecuador

0:1/4 Venezuela 1 - 0




































































































































































































































































































Review Film 4 - Body of Lies


Review Film IV - Body of Lies (Leonardo Di Caprio, Russell Crowe)
Penilaian : 8/10

Nonton di Serpong XXI Studio 2 hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2008 (ditengah antrian anak-anak yang pada mau nonton Laskar Pelangi)

Tag Line : Trust No One, Deceive Everyone

Sinopsis :
Roger Ferrish (Leonardo di Caprio - Blood Diamond, The Departed), merupakan seorang agen intelijen lapangan CIA yang berprestasi. Ia dikenal karena sejumlah kesuksesannya membongkar jaringan teroris Timur Tengah. Kini ia ditugasi memburu seorang anggota jaringan teroris Al- Saleem di Irak. Anggota jaringan tersebut diketahui berusaha membelot. Ferrish pun mencoba mencari keberadaan teroris itu untuk dimintai keterangannya soal seluk beluk organisasi dan rencana jaringan teroris bentukan Al-Saleem.

Walau dinilai handal, Ferrish tidak pernah bekerja sendiri. Ia merekrut penduduk lokal Irak untuk dijadikan rekan dalam setiap misi intelijennya. Walau diberikan kebebasan untuk menentukan keputusan saat bertugas di lapangan, Ferrish tetap diminta menjalin komunikasi yang intensif dengan atasannya, Ed Hoffman (Russel Crowe - Gladiator, Master and Commander).

Hoffman merupakan veteran agen CIA yang semasa masih bertugas banyak beroperasi di kawasan Timur Tengah, sama dengan yang kini dilakoni Ferrish. Awalnya Hoffman dan Ferrish saling mempercayai dalam menuntaskan setiap misi yang dibebankan. Hoffman pun menugasi Ferrish untuk beroperasi di Yordania. Menurut informasi yang diperoleh, Al-Saleem hidup di negeri Raja Husein itu.

Ferrish pun dipromosikan menjadi kepala CIA untuk Yordania. Ia diminta untuk bekerjasama dengan badan intelijen Yordania untuk mendukung setiap operasinya. Ferrish pun berkenalan dengan kepala badan intelijen Yordania yang dikenal selalu berpenampilan rapi.

Baik Ferrish maupun kepala badan intelijen Yordania menuntut kejujuran dalam kerjasama mereka. Konflik mulai muncul ketika Hoffman, membuat operasi intelijen sendiri tanpa sepengatahuan Ferrish. Kepala badan intelijen Yordania yang merasa dikhianati pun kecewa dengan Ferrish sehingga memutus kerjasama yang sudah terjalin dengan baik. Ferrish pun merasa dirinya seperti ditusuk dari belakang oleh atasannya yang selama ini ia percayai.

Untuk ukuran sebuah film bertemakan intelijen, 'Body of Lies' boleh dibilang ringan. Konspirasi atau pengkhianatan yang selalu menjadi bungkus dalam setiap film spionase terbilang kurang serius digarap. Anda pun jangan berharap melihat adegan action yang bisa membuat Anda menahan nafas. Padahal sutradara Ridley Scott selama ini terkenal piawai menggarap film tembak-tembakan seperti pada 'Black Hawk Down'.

Alur cerita yang tidak sulit untuk diikuti serta 'sedikitnya' adegan penyiksaan bolehlah dijadikan hiburan pelepas penat. Ditambah penampilan Leonardo di Caprio yang cukup meyakinkan sebagai seorang agen intelijen CIA.

Review :
Menurut gue ini film bagus dan layak ditonton, dengan 2 pemain yang berkarakter, Leonardo Di Caprio dan Russell Crowe. Film tentang action khusus teroris ini, bagus untuk ditonton walau ada beberapa adegan yang cukup keras dan brutal, walau ngga banyak sih. Denger-denger film ini dirilis bulan Oktober biar bisa bersaing untuk masuk jadi nominasi Oscar.
Ada ketakutan gue juga kalo ini film akhirnya bakalan ngga enak, taunya nih film endingnya cukup lumayan ngenakin...hehehehe. Satu lagi yang gue salut adalah, makin bagusnya akting Leonardo Di Caprio (khususnya setelah Blood Diamond yang bagus banget dan The Departed yang diadaptasi dari film trilogi mandarin Infernal Affairs), pokoknya aktingnya lebih jantan lah dan bisa lepas dari tipikal karakter-karakter yang dulu dia mainkan seperti : Titanic, Man with Iron Mask atau The Beach.

Akhirnya, menurut penilaian gue film ini bagus untuk katogori film teroris (sejenis dengan The Kingdomnya Jamie Foxx dan Jennifer Garner
).

Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.

See You Next Movies Review !!

Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Friday, October 10, 2008

Review Film 3 - 21


Review Film III - 21 (Jim Sturgess, Kate Bosworth)

Penilaian : 8/10


Tag Line : I
nspired by the true story of five students who changed the game forever

Sinopsis :

Ben Campbell (Jim Sturgess - Across The Universe), pria pemalu dan pelajar M.I.T yang jenius, membutuhkan biaya untuk sekolah – mendapatkan jawabannya dengan bermain kartu. Ia direkrut oleh sekelompok pelajar berbakat dengan pergi ke Vegas setiap akhir minggu bermodalkan tanda pengenal palsu dan pandai bermain kartu. Dipimpin oleh professor matematika genius Micky Rosa (Kevin Spacey- Seven, Superman Return), mereka berhasil menemukan kode permainan. Dengan menghitung kartu dan menggunakan sinyal-sinyal tertentu, kelompok tersebut mampu memenangkan banyak uang

Tergiur oleh uang dan kehidupan Vegas serta temannya yang pandai dan seksi, Jill Taylor (Kate Bosworth - Blue Crush, Superman Return), Ben mulai ketagihan. Mulai dengan bermain kartu secara tidak legal, tantangan permainan yang lebih berat tanpa menyadari adanya ancaman dari Cole Williams (Lawrence Fishburne - Matrix Trilogy, Mystic Rivers)

Review :
Menurut gue ini film bagus dan layak ditonton, dengan pemain yang cukup berkarakter, bikin film ini lebih hidup, karena emang diambil dari kisah nyata tentang 5 mahasiswa/siswi (dengan kecerdasan di atas rata-rata), yang coba untuk mengadu peruntungan di meja judi dengan bermain black jack. Walau sulit untuk dipercaya mungkin metode yang dipergunakan dalam bermain black jack mungkin benar adanya. ( They proved the Vegas Blackjack System was beatable...by beating the hell out of it....., kalo bener bisa kaya raya doong, hahahaha).
Dan yang lebih ngagetin lagi kalo ternyata akhir filmnya bener-bener di luar dugaan !!!
Aktor Kevin Spacey dan Lawrence Fishburn-pun juga bermain dengan baik dalam film ini, khusus buat Kate Bosworth, film ini adalah reuninya dengan Kevin Spacey, setelah keduanya sama-sama bermain dalam film Superman Return (sebagai Lois Lane dan Lex Luthor).


Akhirnya, walau mungkin ini film agak berat kalo dibandingin ama film judi-nya versi mandarin, secara keseluruhan
film ini gue nilai bagus untuk film action.

Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.

See You Next Movies Review !!

Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Thursday, October 9, 2008

Review Film 2 - FOOL'S GOLD


Review Film II - FOOL'S GOLD ( Matthew McConaughey, Kate Hudson)


Penilaian : 7/10


Tag Line : This February True Love Takes a Dive.


Sinopsis :
Ben Finnegan (Matthew McConaughey - A Time To Kill, U-571) adalah orang yang ramah, pemburu harta karun modern yang terobsesi menemukan mas kawin Ratu abad ke-18 yang legendaries – 40 peti harta karun yang hilang tahun 1715 di lautan. Finn sudah melakukan segala cara, termasuk menikahi Tess Finnegan (Kate Hudson - How To Lose A Guy in 10 Days, You, Me and Dupree). Saat Tess baru saja membangun kembali hidupnya, bekerja dikapal pesiar megah milik trilyuner Nigel Honeycutt (Donald Sutherland - Happy Funeral, The Italian Job), Finn menemukan sebuah petunjuk penting letak harta karun tersebut

Selanjutnya Finn justru ikut kedalam kapal pesiar Nigel dan menggunakan karismanya untuk merayu putri Nigel, Gemma (Alexis Dziena - Havoc) untuk bergabung bersamanya mencari harta karun Spanyol tersebut. Namun ternyata bukan mereka saja yang mengincarnya. Mantan dosen Finn, Moe Fitch (Ray Winstone - Beowulf, The Departed) dan Big Bunny (Kevin Hart -Superhero Movie, Meet Dave) mencoba mendahului Finn. Perburuan pun dimulai…

Review :
Cukup menghibur lah untuk level popcorn movie, itu lho film-film drama komedi yang ringan dan nggak butuh pemikiran. Salah satu nilai tambah film ini ya pemandangan yang bagus dan nggak lupa Kate Hudson !!! emang anak dari Kurt Russell ama Goldie Hawn ini, emang cantik banget.....pantes aja Matthew McConaughey udah 2 kali main film ama nih cewek mulu (sebelumnya sama-sama main di film How to Lose a Guy in 10 Days), jangan-jangan ada apa-apanya nihhhh....
Trus bagi yang pengen liat Malcolm Jamal Warner, yang dulu kita kenal main jadi Theodore "Theo" Huxtable di serial Cosby Show, dia main di film ini, sayangnya jadi tokoh antagonis..

Akhirnya, secara keseluruhan film ini gue nilai cukup untuk level popcorn movie.

Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Wednesday, October 8, 2008

Lirik Lagu - I'M YOURS by JASON MRAZ

Jason Mraz - I'm Yours

Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find love love love love
Listen to the music of the moment people dance and sing
We're just one big family
And It's our God-forsaken right to be loved love loved love loved

So I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

Scooch closer dear
and i will nibble your ear

I've been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
My breath fogged up the glass
And so I drew a new face and laughed
I guess what i be saying is there ain't no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It's what we aim to do
Our name is our virtue

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
this is our fate, I'm yours

Well no no, well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find the sky is yours
Listen to the music of the moment come and dance with me
A lá one big family (2nd time: A lá happy family; 3rd time: A lá peaceful melody)
It's your God-forsaken right to be loved love love love

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

No please, don't complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

No please, don't hesitate
no more, no more
It cannot wait
The sky is your's!


Komentar : Easy Listening.... tapi pas karaoke ternyata susah nyanyiinnya....emang ngga bakat jadi penyanyi kali yaaa

Kalo ada komentar, dipersilahkan lhooo

Review Film 1 - TAKEN



Review Film I - TAKEN ( Liam Neeson, Famke Janssen)

Penilaian : 7,5/10

Tag Line : Die Zeit für Rache ist gekommen. (The time for revenge has come).


Sinopsis :


Mengambil setting di Paris, Bryan (Liam Neeson- Batman Begins, Kingdom Heaven) adalah mantan agen rahasia US yang berjuang keras menyelamatkan anaknya Kim (diperankan oleh Maggie Grace - The Fog) dari perbudakan perempuan. Semua berawal ketika Kim dan temannya, Amanda, memutuskan untuk pergi berlibur ke Paris dan berbagi taxi dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya, seorang laki laki yang terlihat baik namun ternyata terkait dengan sebuah organisasi kejahatan Albania. Yang terjadi adalah, Amanda diculik !! Kim pun terseret dalam Dunia perbudakan perempuan ! Bryan sebagai seorang ayah akan menggunakan semua keahliannya yang dirahasiakannya selama ini dan akan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Kim dan membalas perbuatan sang penculik. Semua terjadi di Paris, apa yang akan terjadi selanjutnya merupakan perpaduan antara kemampuan akting yang optimal dengan Jalan cerita yang cepat dan penuh kejutan menjadikan Taken sebagai sebuah film Action yang wajib untuk ditunggu.

Review :
Intinya ceritanya cukup bagus, apalagi kalo dengan penulis Luc Besson (La Femme Nikita, Taxi) selalu menawarkan film yang penuh aksi. Apalagi ada salah satu bintang film favorit gue Famke Janssen (Golden Eye, X-Men) yang jadi mantan istrinya Bryan (Leonore)
Namun, keliatannya agak memaksakan figur Liam Neeson untuk jadi tokoh protagonis, yang bisa ngobrak-ngabrik Paris. Intinya pengen nyelametin anak ceweknya cuma koq dengan segala cara, dan hebatnya kayak tanpa halangan.

Film ini gue nilai bagus secara keseluruhan termasuk dari segi action-nya.

Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!





Tuesday, October 7, 2008

OPENING ACT


(Kesannya kayak mau konser aja ya, ada istilah OPENING ACT....)
Ya intinya perkenalan lah dari gue, yang coba-coba bikin blog, semoga aja tidak membosankan....

Perkenalkan dulu, nama gue....panggil gue BRAY aja deh....
hobi gue : Nonton film (I'm a movie freak, diskusi yoook), Denger Musik, Koleksi Kartu Basket, Koleksi Film DVD-VCD, Olahraga (I'm also a Sport Lover, Penggemar Sepakbola ama Basket, diskusi yook !!) selain itu juga doyan beberapa olahraga lain seperti : bola volly, berenang, billiard, bowling, banyak deh pokoe.....selain itu juga gue juga hobi jalan-jalan, wisata kuliner, main game, .....banyak lah, kadang gue juga pengen coba hal-hal yang baru sapa tau aja bisa jadi hobi baru.....

Nonton Film, selain nonton di bioskop, gue juga nonton film di dvd atau vcd (di rumah maksudnya), selanjutnya nanti gue akan coba review beberapa film yang pernah gue tonton untuk sharing dengan teman-teman semua....

Denger Musik, mungkin kalo update lagu-lagu baru Indonesia, gue masi bisa ngikutin karena bisa nonton di televisi juga, tapi kalo lagu-lagu baru Barat, mungkin sekarang gue agak ketinggalan, karena jarang denger radio.........disamping itu juga gue seneng nyanyi di karaoke, buat iseng, ya itu karena cita-cita mau jadi penyanyi di kawinan belum terlaksana.....
Mungkin juga nanti gue akan sharing ke teman-teman, beberapa lirik lagu yang lagi gue suka, sapa tau aja kesenangan kita sama...

Koleksi Kartu Basket, nah ini gue bingung kenapa gue jadi doyan hobi ini, mungkin karena dulu suka main basket, ya sekalian aja dikoleksi....toh awalnya juga ngga ngerti sampe sekarang akhirnya cukup tau banyak mengenai koleksi kartu basket, setelah itu baru deh gue koleksi kartu bola....
Ya mungkin selanjutnya gue sharing, beberapa koleksi gue sapa tau aja ada yang tertarik untuk Trade (barter) atau mungkin Jual-Beli

Koleksi DVD - VCD, nah kalo hobi ini ada kaitannya sama hobi doyan nonton kali ya, beberapa film yang menurut gue BAGUS, gue koleksi deh....
Film bagus menurut gue diantaranya :
LORD OF THE RINGS, saving private ryan, sleepless in seattle, forrest gump, fly me to polaris, battle royal,braveheart,pulp fiction, ....itu baru beberapa, kalo ditulis semua terlalu banyak

Hobi Olahraga, ya khusus kalo sepakbola dan basket gue emang rutin melakukannya, mungkin 2 minggu atau seminggu sekali lah, disamping menyalurkan hobi ya sekalian bikin badan sehat, dan yang paling penting sekalian silaturahmi
Gue juga senang Nonton siaran langsung sepakbola di televisi, favorit tim gue : LIVERPOOL, REAL MADRID, AS ROMA dan SAMPDORIA....
Dan gue juga senang memprediksi hasil pertandingan, mungkin selanjutnya gue akan sharing dengan teman-teman, prediksi gue.

Ya cukup segitu kali dulu kali perkenalan dari gue, semoga dengan adanya blog ini bisa membawa pengaruh baik dan memberikan pencerahan bagi kita semua....

Akhir kata, gue mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429, MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR BATHIN bagi yang merayakannya