Wednesday, December 24, 2008

Review Film 7 - Eagle Eye




Review Film VII - Eagle Eye (Shia LaBeouf, Michelle Monaghan, Billy Bob Thornton,Rosario Dawson,Michael Chiklis, Ethan Embry)



Penilaian : 7,5/10



Tag Line : If you want to live you will obey



Sinopsis :



telah lama pergi dari rumah, Jerry Shaw (Shia LaBeouf - Constantine, Transformer, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull) akhirnya pulang juga setelah mendengar kabar bahwa saudara kembarnya meninggal dunia. Sesampainya di rumah, Jerry menyadari bahwa ada yang tidak wajar dengan kematian saudara kembarnya itu.

Jerry yang mencoba mencari tahu sebab kematian misterius ini kemudian bertemu dengan Rachel Holloman (Michelle Monaghan - Constantine, Mission Impossible 3, Made of Honor ) yang waktu itu sedang mencari anaknya yang hilang. Dalam penyelidikan itu, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka sedang dijebak.
Ada pihak yang berusaha menjebak mereka untuk menjadi bagian dari kelompok yang sedang merencanakan pembunuhan terhadap seorang tokoh politik.






Review :



Salah satu unsur yang membuat sebuah film menjadi bagus adalah adanya sebuah keterikatan dengan logika, baik logika umum maupun logika yang dibangun dalam film itu sendiri. Dengan ada unsur itu, setidaknya film itu bisa diterima akal dan tidak membuat penonton menjadi merasa dianggap bodoh oleh sang sutradara.Celakanya, itulah yang tak dimiliki film ini. Banyak adegan dan alur cerita yang membuat penonton jadi merasa dianggap bodoh. Unsur 'kebetulan' memang masih bisa diterima, namun bila itu sudah terlalu sering, maka yang terasa adalah ketidaksesuaian dengan logika.



Hal yang sama sering kali kita dapatkan pada film-film serial televisi jaman dulu.Dalam film ini kedua tokoh pemeran utamanya, sama sekali tak memiliki latar belakang militer atau sejenisnya yang membuat mereka mampu melakukan apa yang mereka lakukan dalam adegan tersebut. Ini membuat jalan cerita jadi terasa janggal. Keduanya adalah orang awam, namun di sisi lain, mereka mampu melewati semua rintangan yang mereka hadapi dengan mudah layaknya seorang profesional. Di satu sisi ini membuat sang sutradara lebih 'bebas' mengumbar aksi laga, namun di sisi lain ini membuat 'ketegangan' jadi berkurang lantaran ada jaminan bahwa sang tokoh pasti dapat 'lolos' dari ujian.Bisa disimpulkan bahwa menu utama film ini adalah aksi laga, mobil meledak, acara saling tembak, berusaha meloloskan diri dari kejaran musuh dan lain sebagainya. Namun untuk dibandingkan dengan film laga sejenis, film ini juga tak bisa disebut istimewa. Ini cukup disayangkan karena Shia LaBeouf dan Michelle Monaghan sebenarnya punya potensi akting yang bagus dan itu semua tak bisa mereka tampilkan di sini. Kita bahkan hampir tak diberi kesempatan untuk menilai kemampuan akting mereka, karena banyaknya aksi laga. Bagi yang sempat terpesona dengan akting Shia LaBeouf dan Michelle Monaghan dalam film-film sebelumnya, Anda tak akan mendapatkan kepuasan yang sama dengan menonton film ini.Satu yang bisa menjadi nilai lebih film ini mungkin adalah 'pesan' yang ingin disampaikan. Pesan bagaimana teknologi canggih bisa mengambil alih 'kehidupan' manusia. Tak ada lagi tempat untuk bersembunyi dari 'mata' pemerintah. Pesan yang sama mungkin sempat disampaikan film The Net yang dibintangi Sandra Bullock. Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangannya, film ini cukup bisa dijadikan alternatif hiburan yang tak terlalu membebani pikiran.






Akhirnya, menurut penilaian gue film ini biasa aja, cukup aja lah






Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

Review Film 6 - Twilight


Review Film VI - Twilight (Kristen Stewart, Robert Pattinson, Ashley Greene, Peter Facinelli, Elizabeth Reaser, Jackson Rathbone, Kellan Lutz, Taylor Lautner, Billy Burke, Cam Gigandet, Rachelle Lefevre, Nikki Reed)


Penilaian : 7/10


Nonton di Cinere Studio 2 hari Minggu tanggal 21 Desember 2008


Tag Line : When you can live forever what do you live for?

Sinopsis :
Bella Swan (Kristen Stewart - Panic Room, Zathura:A Space Adventure, Jumper) memang gadis yang 'berbeda'. Ia tak pernah merasa cocok dengan teman-temannya di Phoenix High School. Saat ibunya menikah lagi dan Bella memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Forks, ia tak berharap akan ada perubahan banyak.
Tapi pertemuannya dengan Edward Cullen (Robert Pattinson - Harry Potter and the Goblets of Fire, Harry Potter and the Order of the Phoenix, Little Ashes) yang misterius membuat hidup Bella berubah. Edward tak sama dengan pria-pria lain yang pernah ditemui Bella. Pesona Edward membuat Bella akhirnya jatuh cinta pada pria misterius ini.

Edward memang beda. Ia pandai dan lucu. Ia dapat berlari lebih cepat dari singa gunung. Ia dapat menghentikan mobil berjalan hanya dengan tangan kosong. Dan ia tak pernah bertambah tua sejak 1918. Ia adalah vampir.Tapi Edward dan keluarganya juga berbeda dari vampir lain yang memangsa manusia.
Buat Edward, Bella adalah wanita yang telah ia tunggu-tunggu selama 90 tahun. Namun hubungan asmara ini harus menghadapi masalah saat James (Cam Gigandet - The OC Series, Mistaken), Laurent (Edi Gathegi - Death Sentence, Crank), dan Victoria (Rachel Lefevre - Swingtown Series) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir-vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.

Review :
Satu lagi film bertema vampir yang dilepas Hollywood. Sutradara Catherine Hardwicke mengambil naskah film ini dari sebuah novel laris karya Stephenie Meyer dengan judul yang sama. Sebenarnya, Twilight ini adalah sebuah film drama romantis yang dilepas untuk konsumsi remaja. Kisah tentang vampir sebenarnya hanyalah bumbu penyedap untuk membuat film ini berkesan beda dari kebanyakan film drama percintaan remaja.Dan seperti kebanyakan film drama remaja, film ini juga mengusung tema yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang bahwa tak banyak yang diceritakan film ini selain hubungan asmara antara Bella dan Edward. Kisah tentang vampir di sini sebenarnya tak terlalu punya kaitan yang cukup kuat dengan kisah utama ini. Cerita tentang vampir ini hanya dibuat untuk membuat kisah ini jadi lebih panjang karena konflik antara Bella dan Edward pun sebenarnya tak terlalu banyak.
Untuk disebut sebuah kisah asmara yang romantis pun agaknya kurang tepat karena jalinan emosi antara Bella dan Edward juga terasa sangat tipis. Banyak dialog yang terasa janggal dan tak alami sehingga sangat mengganggu kredibilitas jalan cerita secara keseluruhan.Usaha untuk mendefinisikan ulang vampir pun membuat film ini jadi terasa aneh. Misalnya saja dalam film ini digambarkan kaum vampir ini tak lagi bisa dibunuh dengan cara menikam jantungnya atau membakarnya dengan sinar matahari. Mereka juga tak lagi takut dengan benda-benda suci seperti kayu salib atau air suci. Pendefinisian ulang ini jadi membuat film ini makin sulit dipercaya.

Secara keseluruhan, sebenarnya yang cukup membantu memberi nilai lebih pada film ini hanyalah akting Kristen Stewart yang memerankan Bella. Meski tak akan meraih piala Oscar, namun Kristen cukup mampu menghidupkan karakter Bella sebagai gadis kota besar yang baru saja pindah ke daerah pinggiran.Terlepas dari bagus atau tidak, nyatanya film ini berhasil masuk jajaran film-film box office dan meraup tak kurang dari US$ 129 juta dari biaya produksi yang diperkirakan hanya sekitar US$ 37 juta saja.


Akhirnya, menurut penilaian gue film ini biasa aja, cuma sekedar film drama percintaan remaja dengan bumbu-bumbu sedikit eksyen.....ya cuma lumayan, karena pengambilan gambarnya yang memang bagus, tapi ngga direkomendasikan untuk ditonton 2 kali


Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.

See You Next Movies Review !!

Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!