
Review Film VI - Twilight (Kristen Stewart, Robert Pattinson, Ashley Greene, Peter Facinelli, Elizabeth Reaser, Jackson Rathbone, Kellan Lutz, Taylor Lautner, Billy Burke, Cam Gigandet, Rachelle Lefevre, Nikki Reed)
Penilaian : 7/10
Nonton di Cinere Studio 2 hari Minggu tanggal 21 Desember 2008
Tag Line : When you can live forever what do you live for?
Sinopsis :
Bella Swan (Kristen Stewart - Panic Room, Zathura:A Space Adventure, Jumper) memang gadis yang 'berbeda'. Ia tak pernah merasa cocok dengan teman-temannya di Phoenix High School. Saat ibunya menikah lagi dan Bella memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Forks, ia tak berharap akan ada perubahan banyak.
Tapi pertemuannya dengan Edward Cullen (Robert Pattinson - Harry Potter and the Goblets of Fire, Harry Potter and the Order of the Phoenix, Little Ashes) yang misterius membuat hidup Bella berubah. Edward tak sama dengan pria-pria lain yang pernah ditemui Bella. Pesona Edward membuat Bella akhirnya jatuh cinta pada pria misterius ini.
Edward memang beda. Ia pandai dan lucu. Ia dapat berlari lebih cepat dari singa gunung. Ia dapat menghentikan mobil berjalan hanya dengan tangan kosong. Dan ia tak pernah bertambah tua sejak 1918. Ia adalah vampir.Tapi Edward dan keluarganya juga berbeda dari vampir lain yang memangsa manusia.
Buat Edward, Bella adalah wanita yang telah ia tunggu-tunggu selama 90 tahun. Namun hubungan asmara ini harus menghadapi masalah saat James (Cam Gigandet - The OC Series, Mistaken), Laurent (Edi Gathegi - Death Sentence, Crank), dan Victoria (Rachel Lefevre - Swingtown Series) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir-vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.
Bella Swan (Kristen Stewart - Panic Room, Zathura:A Space Adventure, Jumper) memang gadis yang 'berbeda'. Ia tak pernah merasa cocok dengan teman-temannya di Phoenix High School. Saat ibunya menikah lagi dan Bella memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Forks, ia tak berharap akan ada perubahan banyak.
Tapi pertemuannya dengan Edward Cullen (Robert Pattinson - Harry Potter and the Goblets of Fire, Harry Potter and the Order of the Phoenix, Little Ashes) yang misterius membuat hidup Bella berubah. Edward tak sama dengan pria-pria lain yang pernah ditemui Bella. Pesona Edward membuat Bella akhirnya jatuh cinta pada pria misterius ini.
Edward memang beda. Ia pandai dan lucu. Ia dapat berlari lebih cepat dari singa gunung. Ia dapat menghentikan mobil berjalan hanya dengan tangan kosong. Dan ia tak pernah bertambah tua sejak 1918. Ia adalah vampir.Tapi Edward dan keluarganya juga berbeda dari vampir lain yang memangsa manusia.
Buat Edward, Bella adalah wanita yang telah ia tunggu-tunggu selama 90 tahun. Namun hubungan asmara ini harus menghadapi masalah saat James (Cam Gigandet - The OC Series, Mistaken), Laurent (Edi Gathegi - Death Sentence, Crank), dan Victoria (Rachel Lefevre - Swingtown Series) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir-vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.
Review :
Satu lagi film bertema vampir yang dilepas Hollywood. Sutradara Catherine Hardwicke mengambil naskah film ini dari sebuah novel laris karya Stephenie Meyer dengan judul yang sama. Sebenarnya, Twilight ini adalah sebuah film drama romantis yang dilepas untuk konsumsi remaja. Kisah tentang vampir sebenarnya hanyalah bumbu penyedap untuk membuat film ini berkesan beda dari kebanyakan film drama percintaan remaja.Dan seperti kebanyakan film drama remaja, film ini juga mengusung tema yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang bahwa tak banyak yang diceritakan film ini selain hubungan asmara antara Bella dan Edward. Kisah tentang vampir di sini sebenarnya tak terlalu punya kaitan yang cukup kuat dengan kisah utama ini. Cerita tentang vampir ini hanya dibuat untuk membuat kisah ini jadi lebih panjang karena konflik antara Bella dan Edward pun sebenarnya tak terlalu banyak.
Untuk disebut sebuah kisah asmara yang romantis pun agaknya kurang tepat karena jalinan emosi antara Bella dan Edward juga terasa sangat tipis. Banyak dialog yang terasa janggal dan tak alami sehingga sangat mengganggu kredibilitas jalan cerita secara keseluruhan.Usaha untuk mendefinisikan ulang vampir pun membuat film ini jadi terasa aneh. Misalnya saja dalam film ini digambarkan kaum vampir ini tak lagi bisa dibunuh dengan cara menikam jantungnya atau membakarnya dengan sinar matahari. Mereka juga tak lagi takut dengan benda-benda suci seperti kayu salib atau air suci. Pendefinisian ulang ini jadi membuat film ini makin sulit dipercaya.
Satu lagi film bertema vampir yang dilepas Hollywood. Sutradara Catherine Hardwicke mengambil naskah film ini dari sebuah novel laris karya Stephenie Meyer dengan judul yang sama. Sebenarnya, Twilight ini adalah sebuah film drama romantis yang dilepas untuk konsumsi remaja. Kisah tentang vampir sebenarnya hanyalah bumbu penyedap untuk membuat film ini berkesan beda dari kebanyakan film drama percintaan remaja.Dan seperti kebanyakan film drama remaja, film ini juga mengusung tema yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang bahwa tak banyak yang diceritakan film ini selain hubungan asmara antara Bella dan Edward. Kisah tentang vampir di sini sebenarnya tak terlalu punya kaitan yang cukup kuat dengan kisah utama ini. Cerita tentang vampir ini hanya dibuat untuk membuat kisah ini jadi lebih panjang karena konflik antara Bella dan Edward pun sebenarnya tak terlalu banyak.
Untuk disebut sebuah kisah asmara yang romantis pun agaknya kurang tepat karena jalinan emosi antara Bella dan Edward juga terasa sangat tipis. Banyak dialog yang terasa janggal dan tak alami sehingga sangat mengganggu kredibilitas jalan cerita secara keseluruhan.Usaha untuk mendefinisikan ulang vampir pun membuat film ini jadi terasa aneh. Misalnya saja dalam film ini digambarkan kaum vampir ini tak lagi bisa dibunuh dengan cara menikam jantungnya atau membakarnya dengan sinar matahari. Mereka juga tak lagi takut dengan benda-benda suci seperti kayu salib atau air suci. Pendefinisian ulang ini jadi membuat film ini makin sulit dipercaya.
Secara keseluruhan, sebenarnya yang cukup membantu memberi nilai lebih pada film ini hanyalah akting Kristen Stewart yang memerankan Bella. Meski tak akan meraih piala Oscar, namun Kristen cukup mampu menghidupkan karakter Bella sebagai gadis kota besar yang baru saja pindah ke daerah pinggiran.Terlepas dari bagus atau tidak, nyatanya film ini berhasil masuk jajaran film-film box office dan meraup tak kurang dari US$ 129 juta dari biaya produksi yang diperkirakan hanya sekitar US$ 37 juta saja.
Akhirnya, menurut penilaian gue film ini biasa aja, cuma sekedar film drama percintaan remaja dengan bumbu-bumbu sedikit eksyen.....ya cuma lumayan, karena pengambilan gambarnya yang memang bagus, tapi ngga direkomendasikan untuk ditonton 2 kali
Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

No comments:
Post a Comment