
Review Film IV - Body of Lies (Leonardo Di Caprio, Russell Crowe)
Penilaian : 8/10
Nonton di Serpong XXI Studio 2 hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2008 (ditengah antrian anak-anak yang pada mau nonton Laskar Pelangi)
Tag Line : Trust No One, Deceive Everyone
Sinopsis :
Roger Ferrish (Leonardo di Caprio - Blood Diamond, The Departed), merupakan seorang agen intelijen lapangan CIA yang berprestasi. Ia dikenal karena sejumlah kesuksesannya membongkar jaringan teroris Timur Tengah. Kini ia ditugasi memburu seorang anggota jaringan teroris Al- Saleem di Irak. Anggota jaringan tersebut diketahui berusaha membelot. Ferrish pun mencoba mencari keberadaan teroris itu untuk dimintai keterangannya soal seluk beluk organisasi dan rencana jaringan teroris bentukan Al-Saleem.
Walau dinilai handal, Ferrish tidak pernah bekerja sendiri. Ia merekrut penduduk lokal Irak untuk dijadikan rekan dalam setiap misi intelijennya. Walau diberikan kebebasan untuk menentukan keputusan saat bertugas di lapangan, Ferrish tetap diminta menjalin komunikasi yang intensif dengan atasannya, Ed Hoffman (Russel Crowe - Gladiator, Master and Commander).
Hoffman merupakan veteran agen CIA yang semasa masih bertugas banyak beroperasi di kawasan Timur Tengah, sama dengan yang kini dilakoni Ferrish. Awalnya Hoffman dan Ferrish saling mempercayai dalam menuntaskan setiap misi yang dibebankan. Hoffman pun menugasi Ferrish untuk beroperasi di Yordania. Menurut informasi yang diperoleh, Al-Saleem hidup di negeri Raja Husein itu.
Ferrish pun dipromosikan menjadi kepala CIA untuk Yordania. Ia diminta untuk bekerjasama dengan badan intelijen Yordania untuk mendukung setiap operasinya. Ferrish pun berkenalan dengan kepala badan intelijen Yordania yang dikenal selalu berpenampilan rapi.
Baik Ferrish maupun kepala badan intelijen Yordania menuntut kejujuran dalam kerjasama mereka. Konflik mulai muncul ketika Hoffman, membuat operasi intelijen sendiri tanpa sepengatahuan Ferrish. Kepala badan intelijen Yordania yang merasa dikhianati pun kecewa dengan Ferrish sehingga memutus kerjasama yang sudah terjalin dengan baik. Ferrish pun merasa dirinya seperti ditusuk dari belakang oleh atasannya yang selama ini ia percayai.
Untuk ukuran sebuah film bertemakan intelijen, 'Body of Lies' boleh dibilang ringan. Konspirasi atau pengkhianatan yang selalu menjadi bungkus dalam setiap film spionase terbilang kurang serius digarap. Anda pun jangan berharap melihat adegan action yang bisa membuat Anda menahan nafas. Padahal sutradara Ridley Scott selama ini terkenal piawai menggarap film tembak-tembakan seperti pada 'Black Hawk Down'.
Alur cerita yang tidak sulit untuk diikuti serta 'sedikitnya' adegan penyiksaan bolehlah dijadikan hiburan pelepas penat. Ditambah penampilan Leonardo di Caprio yang cukup meyakinkan sebagai seorang agen intelijen CIA.
Walau dinilai handal, Ferrish tidak pernah bekerja sendiri. Ia merekrut penduduk lokal Irak untuk dijadikan rekan dalam setiap misi intelijennya. Walau diberikan kebebasan untuk menentukan keputusan saat bertugas di lapangan, Ferrish tetap diminta menjalin komunikasi yang intensif dengan atasannya, Ed Hoffman (Russel Crowe - Gladiator, Master and Commander).
Hoffman merupakan veteran agen CIA yang semasa masih bertugas banyak beroperasi di kawasan Timur Tengah, sama dengan yang kini dilakoni Ferrish. Awalnya Hoffman dan Ferrish saling mempercayai dalam menuntaskan setiap misi yang dibebankan. Hoffman pun menugasi Ferrish untuk beroperasi di Yordania. Menurut informasi yang diperoleh, Al-Saleem hidup di negeri Raja Husein itu.
Ferrish pun dipromosikan menjadi kepala CIA untuk Yordania. Ia diminta untuk bekerjasama dengan badan intelijen Yordania untuk mendukung setiap operasinya. Ferrish pun berkenalan dengan kepala badan intelijen Yordania yang dikenal selalu berpenampilan rapi.
Baik Ferrish maupun kepala badan intelijen Yordania menuntut kejujuran dalam kerjasama mereka. Konflik mulai muncul ketika Hoffman, membuat operasi intelijen sendiri tanpa sepengatahuan Ferrish. Kepala badan intelijen Yordania yang merasa dikhianati pun kecewa dengan Ferrish sehingga memutus kerjasama yang sudah terjalin dengan baik. Ferrish pun merasa dirinya seperti ditusuk dari belakang oleh atasannya yang selama ini ia percayai.
Untuk ukuran sebuah film bertemakan intelijen, 'Body of Lies' boleh dibilang ringan. Konspirasi atau pengkhianatan yang selalu menjadi bungkus dalam setiap film spionase terbilang kurang serius digarap. Anda pun jangan berharap melihat adegan action yang bisa membuat Anda menahan nafas. Padahal sutradara Ridley Scott selama ini terkenal piawai menggarap film tembak-tembakan seperti pada 'Black Hawk Down'.
Alur cerita yang tidak sulit untuk diikuti serta 'sedikitnya' adegan penyiksaan bolehlah dijadikan hiburan pelepas penat. Ditambah penampilan Leonardo di Caprio yang cukup meyakinkan sebagai seorang agen intelijen CIA.
Review :
Menurut gue ini film bagus dan layak ditonton, dengan 2 pemain yang berkarakter, Leonardo Di Caprio dan Russell Crowe. Film tentang action khusus teroris ini, bagus untuk ditonton walau ada beberapa adegan yang cukup keras dan brutal, walau ngga banyak sih. Denger-denger film ini dirilis bulan Oktober biar bisa bersaing untuk masuk jadi nominasi Oscar.
Ada ketakutan gue juga kalo ini film akhirnya bakalan ngga enak, taunya nih film endingnya cukup lumayan ngenakin...hehehehe. Satu lagi yang gue salut adalah, makin bagusnya akting Leonardo Di Caprio (khususnya setelah Blood Diamond yang bagus banget dan The Departed yang diadaptasi dari film trilogi mandarin Infernal Affairs), pokoknya aktingnya lebih jantan lah dan bisa lepas dari tipikal karakter-karakter yang dulu dia mainkan seperti : Titanic, Man with Iron Mask atau The Beach.
Akhirnya, menurut penilaian gue film ini bagus untuk katogori film teroris (sejenis dengan The Kingdomnya Jamie Foxx dan Jennifer Garner).
Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

2 comments:
Wahh..ternyata gak seperti liat Thriller nya ya?? kirain filmnya dar der dor ky Black Hawk Down..
Jadi sebelum nonton bisa siapin ekspektasi gak terlalu tinggi..nih..
Good review!
intinya NOT BAD lah, tapi mungkin actionnya ngga sekeras THE KINGDOM
Post a Comment