Wednesday, May 20, 2009

Review Film 15 - Angels and Demons


Review Film XV - Angels and Demons (Tom Hanks, Ewan McGregor, Ayelet Zurer,Stellan Skarsgard, Armin Mueller Stahl)

Penilaian : 8,5/10

Nonton di Empire XXI Jogyakarta Studio 1 Jam 17.45 hari Minggu tanggal 17 Mei 2009

Tag Line : The holiest event of our time. Perfect for their return



Sinopsis :

Cerita diawali dengan berpulangnya Paus dikarenakan sakit, yang cukup membuat kota Vatikan menjadi heboh. Kehebohan berlanjut dengan diculiknya 4 kardinal yang menjadi kandidat pengganti Paus oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab.

Pada saat yang sama Leonardo Vetra, salah seorang ilmuwan yang bekerja di CERN, (Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire) terbunuh, di dadanya terlihat sebuah tanda yang mengarah pada sebuah persaudaraan yang diduga telah musnah. Kematian yang tak wajar ini membuat para ilmuwan di CERN terpaksa harus menghubungi pakar simbol Robert Langdon (Tom Hanks - Forrest Gump, Sleepless in Seattle)

Langdon yang semula tak percaya bahwa persaudaraan Illuminati ini masih ada mau tak mau harus menerima kenyataan karena tak ada orang yang sanggup membuat tanda ambigram sempurna yang menjadi simbol Illuminati kecuali dari persaudaraan rahasia ini sendiri.

Petualangan kemudian membawa Langdon dan Vittoria Vetra (Ayelet Zurer - Vantage Point, Munich) yang ingin mengetahui pembunuh ayahnya ke Vatican di mana persaudaraan Illuminati mengancam akan meledakkan kota suci ini dan membunuh semua orang di dalamnya. Satu-satunya cara melacak si pembunuh adalah dengan mencegah atas pembunuhan 4 orang kardinal yang telah diculik atau paling mengikuti tanda-tanda yang ditinggalkan sang anggota Illuminati setelah membunuh kardinal tersebut, dengan harapan dapat mencegah pembunuhan massal ini.

Sayangnya sang pembunuh hanya meninggalkan petunjuk di atas mayat para Kardinal yang telah ia bunuh satu per satu. Kini Langdon dan Vetra harus berpacu untuk mendahului sang pembunuh atau semua Kardinal yang diculik mati dan tak ada petunjuk mengenai lokasi peledak yang dipasang persaudaraan Illuminati ini.

Apakah Langdon dapat menyelamatkan para kardinal tersebut sekaligus memecahkan teka-teki yang ada dibalik penculikan tersebut? Paling tidak menyelamatkan 1 orang kardinal saja, agar ada penerus tahta Paus. Di samping itu juga banyak konflik yang ada di Vatikan, di antaranya yang melibatkan Camerlengo Patrick McKenna (yang diperankan secara brilian oleh Ewan McGregor - Trainspotting, Star Wars Trilogy Prequel), Cardinal Strauss (Armin Mueller Stahl - The International, Eastern Promises) dan Commander Richter (Stellan Skaarsgard - Mamma Mia !, Pirates of the Carribbean : At Worlds End)

Review :

Seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari novel, prekuel dari The Davinci Code ini terdapat beberapa penyesuaian mesti dilakukan karena keterbatasan durasi tayang dan lain sebagainya. Ini yang sering kali membuat para fans novel merasa kecewa dengan visualisasi dari tulisan yang sempat mereka baca sebelumnya. Film ini juga bukan pengecualian. Bila Anda sempat membaca novelnya, Anda pasti tahu bahwa ada beberapa fakta atau detail yang harus 'disesuaikan'. Terlepas dari segala 'penyesuaian' itu, film adalah sebuah karya yang layak dinilai sebagai dirinya sendiri.

Sebagai sebuah film, Angels and Demons ini cukup mampu membawa inti permasalahan dari novel ke dalam bentuk visual. Ron Howard (The Davinci Code, A Beautiful Mind) sebagai sutradara sanggup membuat sebuah film yang cukup berimbang dan tak memihak mana pun. Agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan selama ada saling pengertian dan toleransi.

Karena keterbatasan waktu juga maka film ini jadi terasa bertempo sangat cepat. Tak ada waktu untuk menarik nafas atau beristirahat sejenak. Ini tak bisa dihindari juga karena versi novelnya juga punya tempo yang lumayan cepat meski masih ada titik-titik di mana kita diberi waktu untuk sekedar menghela nafas.

Tampilan visual dari Sistine Chapel, Pantheon, Gereja dan Makam terlihat sangat mengagumkan meski Howard harus melakukan pengambilan gambar bukan di tempat aslinya. Sebuah tontonan yang menarik selama Anda tak membanding-bandingkannya dengan versi novelnya.

Sementara untuk akting, Tom Hanks memang menunjukkan kalau dia memang mempunyai reputasi tersendiri untuk perannya sebagai Robert Langdon, walau kesannya Langdon itu jenius sekali mampu menyelesaikan segala teka teki yang ada dengan waktu yang terbatas dan cukup cepat. Dan yang paling mencuri perhatian adalah Ewan McGregor, aktingnya begitu bagus. Bagus dalam arti brilian sebagai orang yang kurang dianggap lalu mencuat menjadi penyelamat vatikan, namun pada akhir cerita yang tidak terduga justru malah menjadi pecundang.

Akhirnya secara keseluruhan film ini lebih baik dari The Davinci Code, layak tonton !!!
Akhirnya, menurut penilaian gue film ini Bagus.
Sekian dulu, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menonton.
See You Next Movies Review !!
Kalo ada komentar, dipersilahkan !!!

No comments: